Pengabdian Masyarakat Nasional (PENGMASNAS) IMAKAHI 2025 merupakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia Cabang Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Getas, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada hari Jumat hingga Minggu, 21—23 November 2025. PENGMASNAS IMAKAHI 2025 mengusung tema “Satunggaling Laku, Satunggaling Rasa” dan diikuti oleh 80 delegasi atau ‘Satra’, yang merupakan mahasiswa kedokteran hewan dari 12 universitas di seluruh Indonesia.
Kegiatan dimulai pada hari Jumat, 21 November 2025, di Auditorium Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada dengan upacara pembukaan. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan Himne Gadjah Mada, Himne IMAKAHI, dan Mars IMAKAHI. Setelah penampilan tari Retno Asri, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, Diva Pendriana. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul, drh. Retno Widyastuti, serta sambutan sekaligus pembukaan secara simbolis oleh Wakil Dekan FKH UGM, Prof. Dr. drh. Aris Haryanto, M.Si.

Cr: TIM DDD PENGMASNAS IMAKAHI 2025
Setelah rangkaian upacara pembukaan selesai, para Satra diantarkan menuju Teaching Farm Playen. Di Teaching Farm, para Satra dibagi ke dalam tiga pos untuk mendapatkan Pelatihan Pelayanan Terpadu Hewan (Yanduan) dari drh. Woro Danur Wendo, M.Sc., Dr. drh. Vincentia Trisna Yoelinda, M.Si., dan drh. Rina Wijayanti mengenai tata laksana pemeriksaan dasar kesehatan ternak sapi dan kambing. Pelatihan Yanduan dilaksanakan guna memperkaya pengetahuan, sejalan dengan SDGs 4, yaitu “Pendidikan Berkualitas”, yang menegaskan bahwa pembelajaran inklusif dan kolaboratif diperlukan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi setiap mahasiswa dalam memperoleh pengetahuan dasar mengenai ternak sebelum terjun ke lapangan.

Cr: TIM DDD PENGMASNAS IMAKAHI 2025
Setelah belajar bersama, seluruh Satra mengikuti kegiatan Guyub Sesrawungan di Balai Kalurahan Getas bersama warga setempat. Acara tersebut dibuka dengan sambutan dari Lurah Getas, Bapak Saekat, yang dilanjutkan dengan penampilan drama oleh delegasi kelompok 7, serta dimeriahkan dengan kuis tanya jawab mengenai drama tersebut. Rangkaian Guyub Sesrawungan ditujukan untuk mengawali hubungan baik antara PENGMASNAS IMAKAHI 2025 dengan Kelurahan Getas. Hal ini juga merupakan implementasi dari SDGs 17, yaitu “Kemitraan untuk Mencapai Tujuan”. Pada malam harinya, para Satra dibagi menjadi 11 kelompok dan diantarkan menuju rumah huni yang tersebar di enam padukuhan, yakni Padukuhan Getas, Padukuhan Tanjung, Padukuhan Ngasem, Padukuhan Gubuk Rubuh, Padukuhan Ngrunggo, dan Padukuhan Gembuk untuk beristirahat.

Cr: TIM DDD PENGMASNAS IMAKAHI 2025
Kegiatan hari kedua pada Sabtu, 22 November 2025 diawali dengan persiapan Satra di rumah huni masing-masing, kemudian setiap kelompok mengikuti briefing singkat mengenai Medical Check Up atau biasa dikenal Yanduan bersama 11 orang Supervisor yang merupakan dokter hewan dan paramedis veteriner dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul serta UPT Puskeswan Playen, juga bersama beberapa mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan FKH UGM. Yanduan dilaksanakan terpisah menjadi 11 titik di 6 padukuhan dengan didampingi seorang warga setempat yang menjadi pemandu jalan. Pada setiap titik, 20 ekor ternak sapi atau kambing dipantau kesehatannya dengan pemeriksaan umum seperti pengecekan suhu, kebuntingan, auskultasi, serta pemberian vitamin B, obat cacing, dan vaksinasi bersyarat. Yanduan merupakan upaya mengimplementasikan aspek One Health juga SDGs 3 ‘Kehidupan Sehat dan Sejahtera’ dengan meningkatkan kesejahteraan hewan melalui pemeriksaan kesehatan serta pemberian vitamin, obat, dan vaksinasi sebagai awal pencegahan penyakit zoonosis.

Cr: TIM DDD PENGMASNAS IMAKAHI 2025
Bersamaan dengan kegiatan Yanduan, panitia melaksanakan bakti sosial guna membantu dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kelurahan Getas yang membutuhkan. Melalui bakti sosial ini, PENGMASNAS IMAKAHI 2025 berupaya mewujudkan SDGs 1, yaitu “Tanpa Kemiskinan”, dan SDGs 2, yaitu “Tanpa Kelaparan”. Upaya tersebut dilakukan dengan mendistribusikan paket sembako bagi sepuluh warga yang kurang sejahtera di setiap padukuhan guna membantu meringankan beban ekonomi mereka.

Cr: TIM DDD PENGMASNAS IMAKAHI 2025
Pada malam hari, para Satra dari berbagai padukuhan diarahkan menuju tiga titik lokasi penyuluhan dan lokakarya (workshop), yaitu di kediaman Kepala Dukuh Ngasem, Kepala Dukuh Tanjung, dan Kepala Dukuh Ngrunggo. Acara dibuka oleh pembawa acara (MC) di setiap lokasi, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai Manajemen Kandang dan Lingkungan oleh drh. Agus Riyanto, drh. Wivqie Halum, dan drh. Nurwahyudi, S.Pt. Materi yang disampaikan mencakup prinsip-prinsip dasar pengelolaan kandang. Selama kegiatan berlangsung, warga tampak antusias dan aktif berdiskusi mengenai masalah pengelolaan kandang yang mereka hadapi.

Cr: TIM DDD PENGMASNAS IMAKAHI 2025

Cr: TIM DDD PENGMASNAS IMAKAHI 2025
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya (workshop) pembuatan pakan tambahan berbasis molases dan mineral yang disebut UMMB (Urea Molasses Mineral Block). Selama kegiatan, para Satra mendampingi warga dalam proses pencampuran bahan, pengadukan, dan pencetakan, serta menjelaskan manfaat UMMB dalam meningkatkan produktivitas ternak. Lokakarya berlangsung secara interaktif dan memberikan wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan oleh warga dalam kegiatan beternak. Keberhasilan penyuluhan dan lokakarya ini menunjukkan perwujudan SDGs 12, yaitu “Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab”, melalui peningkatan pengetahuan warga mengenai tata kelola pakan dan kandang guna meningkatkan efisiensi produksi ternak di Kalurahan Getas. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan hari kedua PENGMASNAS IMAKAHI 2025 berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pelayanan kesehatan ternak melalui Yanduan, edukasi melalui penyuluhan, serta praktik langsung dalam lokakarya UMMB menjadi pengalaman yang bermakna bagi warga maupun para Satra. Selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini memperkuat kompetensi delegasi sebagai calon dokter hewan yang siap terjun ke dunia profesi. Kegiatan hari kedua ditutup dengan suasana penuh kehangatan, kolaborasi, dan harapan agar ilmu yang dibagikan dapat terus bermanfaat bagi masyarakat Kalurahan Getas.

Cr: TIM DDD PENGMASNAS IMAKAHI 2025

Cr: TIM DDD PENGMASNAS IMAKAHI 2025
Kegiatan hari ketiga PENGMASNAS 2025 diawali dengan senam dan sarapan bersama yang diikuti oleh seluruh delegasi dan beberapa warga setempat. Kegiatan senam dan sarapan dibagi ke dalam tiga lokasi yang sama dengan lokasi penyuluhan dan lokakarya (workshop). Senam yang dipandu oleh panitia tersebut berhasil mencairkan suasana dan mempererat tali silaturahmi sehingga warga, Satra, maupun panitia terlihat sangat antusias menikmati kegiatan. Seusai sarapan, para peserta melanjutkan kegiatan dengan membersihkan area rumah huni dan berkemas untuk persiapan menuju upacara penutupan.

Cr: TIM DDD PENGMASNAS IMAKAHI 2025

Seluruh Satra berkumpul di Balai Kalurahan untuk mengikuti upacara penutupan. Acara ini dibuka dengan sambutan oleh Penanggung Jawab PC IMAKAHI, Aprilia Ipon, dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum PB IMAKAHI, Briliani Sekar Utami, dan sambutan terakhir oleh Lurah Getas, Bapak Saekat. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan Satra, pemberian sertifikat, serta penyerahan bibit tanaman mangga sebagai kenang-kenangan dan simbol harapan keberlanjutan kegiatan. Pemberian bibit ini merupakan perwujudan SDGs 15, yaitu “Ekosistem Daratan”, sebagai upaya melestarikan lingkungan melalui penanaman pohon. Rangkaian acara tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama. Setelah upacara penutupan selesai, para Satra diantarkan kembali menuju FKH UGM untuk mengikuti kegiatan keakraban (bonding) dan makan bersama. Acara bonding tersebut ditutup dengan pemutaran film pendek dokumenter (mini after movie) PENGMASNAS IMAKAHI 2025 dan penutupan resmi oleh pembawa acara (MC).

Cr: TIM DDD PENGMASNAS IMAKAHI 2025
Usai Bonding, beberapa Satra melanjutkan kegiatan “Jogja Istimewa” berupa kunjungan ke destinasi budaya di Yogyakarta, Museum Sonobudoyo dan Museum Benteng Vredeburg. Sementara itu, Satra yang tidak mengikuti kegiatan Jogja Istimewa diarahkan panitia menuju stasiun terdekat untuk kepulangan. Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dipilih sebagai destinasi wisata yang menghadirkan kisah perjalanan sejarah bangsa Indonesia, sehingga memberikan pengalaman edukatif yang mendalam bagi pengunjung. Sementara itu, Museum Sonobudoyo dengan koleksi budaya dan arkeologi yang sangat beragam memberikan suasana hangat dan sarat nilai budaya, sehingga memperkaya wawasan Satra mengenai sejarah dan kearifan lokal Yogyakarta. Kedua kunjungan ini mengimplementasikan SDGs 11, yaitu “Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan”, yang mendukung keberlanjutan komunitas melalui peningkatan kesadaran akan pelestarian warisan budaya dan alam dunia. Kegiatan hari ketiga ditutup dengan pengantaran para delegasi ke stasiun setelah selesai mengikuti seluruh rangkaian “Jogja Istimewa”.
Rangkaian kegiatan PENGMASNAS IMAKAHI 2025 sukses mewujudkan program kerja yang berkelanjutan, bermanfaat, dan inklusif. Kegiatan ini melibatkan peran dokter hewan serta calon dokter hewan dalam mengimplementasikan semboyan “Manusya Mriga Satwa Sewaka” melalui pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Getas, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penulis: Ruth Sandra Maharani, Ana Tasya Agusvina, Elvina Caroline
Editor: Muhammad Maharesi Pamungkas Nasyaroeka