Yogyakarta, 11 Oktober 2025 – Olimpiade Zoologi Nasional (OZON) 2025, yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM), sukses mengadakan Kuliah Umum daring sebagai bekal krusial bagi 89 tim peserta SMA/MA se-Indonesia sebelum memasuki babak kompetisi. Kuliah umum ini menyoroti pentingnya peran dokter hewan dalam upaya penyelamatan satwa endemik Nusantara.
Mengangkat tema “Konservasi Berbasis Medis: Upaya Lembaga Konservasi Untuk Menyelamatkan Satwa Endemik Nusantara,” acara ini menghadirkan drh. Irhamna Putri Rahmawati, DVM., M.Sc., seorang dokter hewan dan praktisi konservasi yang memiliki pengalaman progresif dalam penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar.
Konservasi Bukan Hanya Hewan, Tapi Masa Depan Bersama
Dalam paparannya, drh. Irhamna menjelaskan bahwa konservasi merupakan isu multidimensi yang melibatkan berbagai pihak, termasuk peran vital kedokteran hewan. Beliau mencontohkan berbagai satwa endemik Indonesia yang terancam, seperti Maleo, Badak Jawa, Harimau Sumatera, dan Komodo, serta memaparkan jenis-jenis wilayah konservasi (in situ, semi in situ, ex situ).
“Konservasi bukan hanya tentang hewan/satwa, tapi tentang masa depan kita bersama,” tegas drh. Irhamna, menekankan bahwa peran dokter hewan dalam konservasi sangat luas, mencakup perawatan, nutrisi, legislasi, statistik, hingga penanganan perilaku satwa liar.
Kuliah umum yang dipandu oleh moderator Azalea Perwita Savitri ini berlangsung interaktif. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mendalam. Salah satu topik hangat yang didiskusikan adalah isu perdagangan satwa liar.
Peringatan Keras terhadap Perdagangan Satwa Liar Ilegal
Menanggapi pertanyaan peserta, drh. Irhamna memberikan peringatan keras terhadap praktik ilegal dalam pemeliharaan dan perdagangan satwa liar. Beliau menyampaikan bahwa satwa liar seharusnya hidup di alam, dan apabila ditemukan kasus pemeliharaan hewan yang dilindungi, masyarakat diimbau untuk segera melaporkannya ke otoritas terkait (Kementerian Pertanian atau lembaga konservasi lainnya).
“Jangan pernah support atau perlakukan satwa liar seperti hewan peliharaan,” pesan drh. Irhamna saat menutup sesi diskusi. Beliau menambahkan bahwa upaya penjagaan harus selalu dilakukan dengan cara yang profesional sesuai panduan rehabilitasi, bukan dengan memanjakan yang dapat melawan kodrat alamiah satwa tersebut.
Acara Kuliah Umum ini diselenggarakan oleh PC IMAKAHI UGM dan dihadiri oleh Wakil Dekan FKH UGM dan Pembina PC IMAKAHI UGM drh. Putu Cri Devischa. Kegiatan edukatif ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta OZON 2025 terhadap hewan endemik Indonesia, sejalan dengan tema besar kompetisi: “Whispers of the Wild: Endemic Voices Yearning for Vet Amid the Silence of Extinction.”
Penulis: Novita Khusna Zahra