•  Home
  •  Contacts
  • Our Team
  • Blog
    • PSDM
    • INFOKOM & PR
    • KEWIRUS
    • PENGMAS
      • Podcast
      • SF Pedia
    • KASTRAT
      • Kajian
      • Vet Edu
    • PENDELEGASIAN
    • MUSYAWARAH
  • About Us
Universitas Gadjah Mada PC IMAKAHI UGM
  •  Home
  •  Contacts
  • Our Team
  • Blog
    • PSDM
    • INFOKOM & PR
    • KEWIRUS
    • PENGMAS
      • Podcast
      • SF Pedia
    • KASTRAT
      • Kajian
      • Vet Edu
    • PENDELEGASIAN
    • MUSYAWARAH
  • About Us
  • Home
  • KASTRAT
  • Kajian

Belajar Bareng Kastrat 1, Sinergi Teknologi Digital dan Veteriner Menuju Produksi Ternak Berkelanjutan

  • Kajian, KASTRAT
  • 3 Juli 2025, 15.46
  • Oleh : paramitadyahsekardewantipramodawardani
Sesi dokumentasi bersama (Cr. Alwan Shalih Isya’ Febriansyah)

Yogyakarta, 22 Maret 2025– Belajar Bareng Kastrat (BEBEK) 1 dengan tema “Sinergi Veteriner dan Teknologi: Mewujudkan Sistem Produksi Ternak Berkelanjutan Melalui Pendekatan One Health” telah berhasil dilaksanakan. Kegiatan rutin PC IMAKAHI UGM, di bawah departemen Kajian Strategis, berkolaborasi dengan HSTP FKH UGM menyinergikan ilmu teknologi digital dan veteriner menuju produksi ternak berkelanjutan.

Pada webinar BEBEK 1, peserta mengikuti serangkaian kegiatan interaktif yang mencakup pemaparan materi tentang pentingnya mendeteksi dini penyakit zoonosis dengan memanfaatkan teknologi biokimia serta digital, sesi tanya jawab, diskusi kelompok, serta presentasi hasil diskusi. Acara dibuka dengan sambutan dari perwakilan PC IMAKAHI UGM dan HSTP FKH UGM, kemudian dilanjutkan dengan presentasi utama berjudul Teknik-teknik Molekuler untuk Diagnosa Penyakit yang disampaikan oleh Prof. Dr. drh. Aris Haryanto, M.Si. Dalam presentasinya, Prof. Aris menjelaskan bahwa teknik-teknik molekuler dapat dimanfaatkan sebagai metode diagnostik penyakit, dengan fokus pada penerapan PCR, qPCR, TMA, NASBA, dan LAMP. Beliau memaparkan keunggulan teknik molekuler yang mampu memberikan diagnosis lebih cepat, sensitif, dan spesifik dibandingkan metode konvensional. Penjelasan Prof. Aris juga mencakup komponen utama PCR serta langkah-langkah prosesnya, termasuk penggunaan primer, Taq polymerase, dan gel electrophoresis untuk analisis produk amplifikasi. Berbagai jenis teknik amplifikasi, seperti amplifikasi target berbasis enzim dan sinyal, diuraikan secara komprehensif untuk mendeteksi patogen dengan akurasi tinggi. Seminar ini menegaskan bahwa penerapan metode molekuler merupakan terobosan penting dalam diagnostik penyakit, mendukung deteksi dini dan penanganan penyakit secara efisien.

Setelah Prof. Dr. drh. Aris Haryanto, M.Si. menyampaikan materi, rangkaian kegiatan berlanjut dengan sesi tanya jawab yang langsung dijawab oleh Prof. Aris. Selanjutnya, peserta dibagi ke dalam enam kelompok untuk melakukan diskusi selama 20 menit, di mana tiap kelompok membahas suatu studi kasus dan menentukan tindakan veteriner serta implementasi bioteknologi yang tepat. Masing-masing kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusi selama 3–4 menit dan ditanggapi Prof. Aris. Setelah sesi diskusi kelompok selesai, acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.

Sesi dokumentasi bersama (Cr. Alwan Shalih Isya’ Febriansyah)

Kegiatan BEBEK 1 selaras dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs) yang berfokus pada peningkatan kesehatan, inovasi teknologi, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Pertama, SDG 3: Good Health and Well-being (Kesehatan dan Kesejahteraan) sangat relevan dalam kegiatan ini karena menekankan pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit zoonosis yang dapat berdampak pada kesehatan hewan dan manusia. Dengan memahami bagaimana teknologi molekuler dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit dengan lebih cepat dan akurat, kegiatan ini berkontribusi pada peningkatan standar kesehatan hewan serta menekan risiko penyebaran penyakit ke manusia.

SDGs 3

Kedua, SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) juga menjadi bagian penting, mengingat peran teknologi seperti PCR, qPCR, dan metode diagnostik lainnya dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi deteksi penyakit. Perkembangan teknologi molekuler dalam dunia veteriner tidak hanya mendukung riset dan inovasi, tetapi juga mendorong modernisasi dalam sistem kesehatan hewan, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberlanjutan industri peternakan.

SDGs 9

Terakhir, SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) tercermin dalam kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam kegiatan ini. Melalui diskusi kelompok dan interaksi langsung dengan pakar, peserta dapat memperdalam pemahaman mereka dan membangun jejaring profesional yang dapat membantu implementasi ilmu pengetahuan di lapangan. Sinergi antara berbagai pihak ini menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang inovatif dan berkelanjutan dalam pengendalian penyakit zoonosis.

SDGs 17

Dengan mengintegrasikan aspek kesehatan, inovasi teknologi, dan kemitraan, BEBEK 1 tidak hanya menjadi wadah pembelajaran, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan secara lebih luas. Harapannya, sesama PC IMAKAHI UGM dan anggota HSTP FKH UGM dapat meningkat pengetahuannya akan potensi teknologi dalam mendeteksi dini penyakit hewan ternak, tumbuh sikap proaktif, kritis, dan analitis dalam menghadapi masalah, dan sadar akan pentingnya deteksi dini penyakit hewan ternak.

 

Penulis: Ezra Nayaka Ramadhana 

Narahubung Ketua Pelaksana: Ezra Nayaka Ramadhana (087773281955)

 

#GemaSamarthya

#VivaVeteriner

Tags: GemaSamarthya

Tinggalkan Komentar Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Related Posts

Class of Delegation 2025: Upaya PC IMAKAHI UGM Mempererat Relasi dan Pemahaman Organisasi Profesi

INFOKOM & PR Jumat, 19 Desember 2025

Yogyakarta, 18 Oktober 2025- Class of Delegation (COD) 2025 merupakan kegiatan program kerja yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang IMAKAHI UGM, khususnya oleh Departemen Informasi, Komunikasi, dan Public Relation dengan mengusung tema “Roaring Minds: Exploring IMAKAHI, PB, and IVSA”.

Olimpiade Zoologi Nasional 2025 Kembali Berlaga dengan Tema Satwa Endemik Indonesia

KASTRAT Kamis, 18 Desember 2025

Yogyakarta, 26 Oktober 2025 – Olimpiade Zoologi Nasional 2025, atau yang kerap disebut OZON 2025, kembali diselenggarakan dengan mengusung tema “Whispers of the Wild: Endemic Voices Yearning for Vet Amid the Silence of Extinction.” Kegiatan ini berlangsung sejak 27 September hingga 26 Oktober 2025 dan berhasil menarik minat 89 tim dari SMA/MA di seluruh Indonesia.

Dalam penyelenggaraan, OZON 2025 menggunakan format daring dan luring.

Konservasi Berbasis Medis: Kunci Melindungi ‘Suara Liar’ Endemik Indonesia dalam Kuliah Umum OZON 2025

KASTRAT Kamis, 18 Desember 2025

Yogyakarta, 11 Oktober 2025 – Olimpiade Zoologi Nasional (OZON) 2025, yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM), sukses mengadakan Kuliah Umum daring sebagai bekal krusial bagi 89 tim peserta SMA/MA se-Indonesia sebelum memasuki babak kompetisi.

Perkuat Manajemen Diri dan Etika Organisasi : Upgrading PC IMAKAHI UGM 2025

PSDM Jumat, 12 Desember 2025


Yogyakarta, 8 November 2025 – Kegiatan tahunan Upgrading PC IMAKAHI UGM 2025 dengan tema “Efektifitas Manajemen Waktu dan Menetapkan Batasan Sesuai Etika” telah sukses digelar.

Universitas Gadjah Mada

Faculty of Veterinary Medicine UGM

Jl. Fauna No.2, Karang Gayam, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

 

contact us:

Instagram: @imakahi_ugm

Tiktok: @imakahi_ugm

Narahubung line: @prmtdyh

© Universitas Gadjah Mada